Urgensi Pendidikan Aqidah Akhlak Bagi Siswa dan Pendidikan Karakter dalam Islam

Urgensi Pendidikan Aqidah Akhlak Bagi Siswa  dan Pendidikan Karakter dalam Islam
Pada dasarnya Aqidah Akhlak telah terdapat rumusan pendidikan karakter, yakni dengan istilah pembentukan budi pekerti atau akhlak yang mulia. Pembentukan budi pekerti atau akhlak yang mulia adalah tujuan utama dari pendidikan Islam. Ulama dan sarjana-sarjana muslim dengan penuh perhatian telah berusaha menanamkan akhlak yang mulia meresapkan fadhilah di dalam jiwa para muridnya, membiasakan mereka berpegang teguh kepada akhlakul karimah dan menghindari hal-hal yang tercela, berfikir secara rohaniah dan insaniah (prikemanusiaan) serta menggunakan waktu buat belajar ilmu-ilmu duniawi dan ilmu keagamaan, tanpa memandang kepada keuntungan-keuntungan materi semata.[1]

Oleh karena itu pembelajaran Aqidah Akhlaktidak bisa hanya dipelajari saja dengan cara membaca buku atau mendengarkan ceramah guru. Pembelajaran Aqidah Akhlakseharusnya tetap disampaikan dengan langkah penjelasan materi yang kemudian dicontohkan dalam praktik keseharian. Konsep utama dari pendidikan karakter sebenarnya adalah lebih mengutamakan pada pembentukkan akhlak yang mulia dari seorang manusia. Dengan demikian pembentukkan akhlak dapat diartikan sebagai usaha sungguh-sungguh dalam rangka membentuk anak, dengan sarana pendidikan dan pembinaan yang terprogram dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan konsisten.[2]Pembentukkan akhlak ini dilakukan berdasarkan asumsi bahwa akhlak adalah hasil usaha pembinaan, bukan terjadi dengan sendirinya. Sebagaimana terdapat dalam firman Allah dalam Surat At-Taubah ayat 119.
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa golongan yang memiliki karakter benar, artinya sesuai di dalam perintah Allah maka akan berpengaruh pada lingkungannya. Perintah untuk bergaul bersama orang yang benar adalah perintah untuk bersama orang-orang yang memiliki akhlak terpuji. Orang-orang yang demikian akan berpengaruh pada kehidupan kita karena kita mencontoh apa yang mereka kerjakan. Pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan dalam setiap pembelajaran. Khususnya pembelajaran Aqidah Akhlak, berikut urgensi pendidikan karakter dalam pembelajaran Aqidah Akhlak:
1.    Kunci utama pendidikan karakter terletak pada keteladanan seorang pendidik kepada peserta didik, karena keteladanan merupakan metode yang paling berpengaruh dalam mempersiapkan dan membentuk Aqidah Akhlak.
2.    Melalui pembentukkan karakter peserta didik, pada dasarnya mereka telah diarahkan untuk menjadi manusia berakhlak mulia (akhlakul karimah).
3.    Melalui pendidikan karakter, peserta didik memahami materi yang disampaikan bukan hanya sekedar materi semata. Melainkan peserta didik akan memahaminya sebagai pengalaman hidup yang dapat dijalankan. [3]
Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Aqidah Akhlak dapat dilaksanakan dalam beberapa situasi lingkungan. Pada setiap lingkungan tersebut pendidikan karakter yang diterapkan akan berpengaruh pada lingkungan yang setelahnya, sebab pada dasarnya di mana pun peserta didik berada maka ia akan terus belajar tentang sesuatu. Implementasi pendidikan karakter dalam Aqidah Akhlaksetidaknya didukung oleh tiga faktor utama, yaitu:
a.       Keluarga
Keluarga merupakan sekolah pertama bagi seorang anak (peserta didik). Sebelum melangkah pergi semuanya berawal dari kehidupan dalam keluarga. Keluarga dianggap sebagai tempat berkembangnya individu, di mana keluarga ini merupakan sumber utama dari sekian sumber-sumber pendidikan nalar peserta didik.[4]
Keluarga juga dinilai sebagai lapangan pertama, di mana di dalamnya seorang anak akan menemukan pengaruh-pengaruh dan unsur-unsur kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya. Hal itu terbukti dalam menentukan pentingnya peran keluarga pada tahap pertama kehidupan peserta didik. Melalui pendidikan pertama yang terjadi dalam lingkungan keluarga ini akan menghasilkan beberapa hal dalam diri mereka, seperti kepribadiannya, pola pikirnya, kebiasaannya, atau kemampuan sosialnya. Keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukkan karakter di fase-fase tumbuh kembangnya peserta didik. Peran penting yang dimiliki keluarga cukup besar, karena pengawasan utama pada peserta didik lebih dominan pada lingkungan keluarga. Maka dari itu amanah besar yang ada ini akan mempengaruhi kepribadian dan akhlak seorang peserta didik saat mereka berada pada lingkungan yang berbeda.[5]
Pendidikan yang terjadi dalam keluarga pun juga berupa pendidikan dasar yang akan mengantarkan pada pendidikan yang lebih luas nantinya. Misalnya adalah menghargai pendapat anak. Menghargai dan membuat anak merasa bahwa dirinya punya hak merupakan salah satu pendidikan dalam keluarga yang sangat penting.
b.      Sekolah
Sekolah merupakan salah satu dari sekian banyak institusi yang dinilai sebagai sesuatu yang sangat penting dalam masyarakat Islam. Karena sekolah sangat berperan dalam pembentukkan keseimbangan diri dan sisi sosial anak. Sekolah benar-benar telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menanamkan berbagai pemahaman dan kepercayaan bagi seorang anak terpelajar, sebagaimana sekolah juga telah ikut ambil bagian dalam membentuk tingkah laku dan kepribadian anak.[6]
Sekolah merupakan lembaga yang dibentuk oleh masyarakat dengan tujuan mensukseskan pendidikan dan pengajaran anak. Tentunya, pendidikan dan pengajaran yang berdasarkan pada metode yang benar. Sekolah benar-benar telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di masa sekarang dalam bidang pendidikan. Pendidikan karakter yang diterapkan dalam lingkungan sekolah lebih dekat pada pendidikan sosial peserta didik. Misalnya, etika bergaul yang baik dengan teman, menghormati ibu dan bapak guru, menjaga kerapian dalam berpakaian. Dengan demikian, sekolah sekolah dapat dikatakan sebagai lembaga sosial yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang tercerahkan, mampu menjalankan peran positifnya di tengah-tengah masyarakat, serta memberikan sumbangsih dalam meningkatkan kemajuan masyarakat.
c.       Masyarakat
Masyarakat merupakan lingkungan dengan wilayah terbesar yang akan dialami peserta didik. Di mana ujian penerapan akhlak dibuktikan saat peserta didik telah berada bersama masyarakat umum. Bagaimana peserta didik bersikap, bertutur kata, berpakaian, bergaul, berpendapat, maupun kegiatan lain yang melibatkan atau terlibat dengan masyarakat. Ketika peserta didik telah berada bersama masyarakat, maka hal yang harus dilakukan adalah menerapkan hasil pembelajaran aqidah akhlak yang telah didapat selama di lingkungan sebelumnya. Karena, lingkungan ini terkadang membuat seorang manusia dewasa sekalipun tenggelam dalam arus yang tidak jelas.
Seperti yang diungkapkan oleh Ali el-Makassary, di tengah gelombang kehidupan yang dahsyat, generasi penerus seakan tak lagi mengenal dirinya sendiri. Menurut mereka agama bukanlah hal yang sakral, melainkan hanya sekedar formalitas.[7]
Urgensi Pendidikan Aqidah Akhlak Bagi Siswa
Pendidikan Aqidah Akhlak dihubungkan dengan pendidikan Islam merupakan komponen internal dari pendidikan agama yang tidak bisa dipisahkan. Di samping pendidikan Islam lainnya, pendidikan Aqidah  Akhlak memiliki pembahasan pendidikan Aqidah di satu sisi dan pendidikan akhlak pada sisi lain. Tetapi keduanya sangat sinergis, keduanya memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa. Tapi secara substansial mata pelajaran Aqidah Akhlakmemiliki konstribusi dalam memberikan motivasi kepada siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul qarimah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penerapan keduanya merupakan satu mata pelajaran dari kurikulum yang ada.[8]
Dalam kurikulum dan hasil belajar Aqidah Akhlak menerangkan bahwa pendidikan Aqidah Akhlak yang dimaksudkan di sini adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan mengimani Allah dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.[9] Dibarengi tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dan hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.[10]
Pendidikan Agama Islam yang meliputi Aqidah Akhlak, Fikih maupun Bahasa Arab dibutuhkan proses pembelajaran yang baik. Dari penjelasan ini, pelajaran Aqidah Akhlak merupakan pelajaran yang pokok dan dasar dari agama Islam. Karena jalan lurus atau tidaknya aqidah sangat menentukan kualitas agamanya. Pendidikan Aqidah Akhlak sebaiknya dilakukan sejak dini dan harus sudah ditanamkan Aqidah dengan benar. Oleh karena itu, dibutuhkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan untuk menyampaikan pesan tersebut. Jika guru bisa menyampaikan pelajaran dengan baik, maka apa yang menjadi tujuan bisa tersampaikan. Dengan pembelajaran yang baik, siswa juga akan mampu mengimplementasikan materi dalam kehidupan sehari-hari, karena setiap pelajaran menuntut siswa mengalami perubahan tingkah laku sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *