Pondok Pesantren adalah Tempat Belajar Terbaik dan Membangun Masyarakat Kecil Islami

Pondok Pesantren adalah Tempat Belajar Terbaik dan Membangun Masyarakat Kecil Islami  – Pesantren merupakan miniatur sebuah masyarakat atau disebut dengan Small Community. Dalam dunia pesantren diajarkan bagaimana hidup bermasyarakat, kendati tanpa adanya materi sosiologi-antropologi, justru alumni pesantren lebih mudah beradabtasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Komunitas santri sebenarnya merupakan masyarakat Islam yang terdiri atas kelornpok-kelompok anak didik yang saling terikat oleh tradisi dan sistem, serta hukum-hukum yang khas. Kehidupan bersama khas pondok pesantren adalah kehidupan yang didalamnya kelompok-kelompok santri hidup bersama-sama di wilayah tertentu dan sama-sama berbagi iklim serta “makanan” yang sama.

Kepentingan-kepentingan bersama dan ikatan-ikatan tertentu kehidupan islami mempersatukan santri dengan mengarahkan kepada setiap individu untuk mcmpunvai suatu rasa kesatuan.

Suasana kehidupan komunitas santri yang demikian itu diimplementasikan dalam kehidupan riil masyarakat dengan kyai sebagai “komandan”nya, kendati para kyai sangat tinggi ilmunya mereka tidak asing bagi masyarakatnya.

Hal ini berbeda dengan alumni sekolah pada umumnya, mereka merasa asing dengan masyarakatnya. Apalagi bagi mereka yang sudah mempunyai gelar tertentu, biasanya mereka merasa bahwa masyarakat bukan kelasnya sehingga enggan untuk membaur dengannya.

Santri yang menuntut ilmu dipesantren berasal dari berbagai ragam komunitas, etnis dan kelas sosial, tetapi mereka tinggal bersama dalam pengasuhan kyai atau guru dengan selalu menjaga sikap saling menghormati dan saling menghargai.

Mereka pun mempunyai satu pemikiran ideologis yang sama bahwa tidak ada sesuatu hat yang menjadikan seseorang itu lebih mulia kecuali tingkat ketaqwaan kepada Allah SWT.

Inilah nilai-nilai fundamental pendidikan pesantren yang kemudian membentuk pola pendidikan yang dapat dijadikan alternatif dalam menyelenggarakan pendidikan Islam.

Dari  pembahasan diatas menunjukkan bahwa sebenarnya pesantren lebih siap menghadapi perubahan-perubahan zaman, dengan model-model yang ditawarkannya, setidak-tidaknya pesantren mampu bergeliat dan menunjukkan kepada publik bahwa tipologi pesantren bukanlah tipologi yang selalu tertinggal.

Terlepas dari plus minusnya pesantren, yang jelas nilai-nilai fundamental pesantren, minimal dapat ikut menyelesaikan permasalahan­permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini, setidaknya dengan adanya sikap kemandirian dapat mengurangi beban pemerintah. Selain itu juga pesantren lebih mampu mcnciptakan generasi yang mampu bertanggungjawab.