Pengertian Mudharabah dalam Islam dan Ciri-cirinya

Pengertian Mudharabah dalam Islam dan Ciri-cirinya

Pengertian Mudharabah dalam Islam dan Ciri-cirinya  – Ahmad Dahlan dalam tesisnya menemukan bahwa didalam lembaga keuangan BMT menerapkan sistim mudarabah muqayyadah fi al-nisbah bi al-miyyah[1].

Mudarabah ini mempunyai asumsi perhitungan nisbah yang ditetapkan 2,5 % atas dasar besarnya pembiayaan yang dikeluarkan pihak BMT sebagai shohib al- mal  (pemodal) sehingga mekanisme ini menyerupai perhitungan bunga.

Penemuan ini  menunjukkan bahwa disini didalam aplikasi pembiayaan mudharabah terdapat kelemahan sistim bagi hasil yang menyimpang dari sejarah pendiriannya yang bebas bunga.

Amirudin membicarakan konsep mudarabah dalam perspektif fiqh Islam dan praktisi perbankan syariah melalui studi perbandingan dua kasus LKS di Ponorogo.

Persepktif Mudharabah dalam Islam

Perspektif fiqh juga disampaikan dalam penelitiannya.[2]

Selain itu penelitian lain yang dilakukan oleh Subroto, yang mengemukakan tentang prosedur pembiayaan mudarabah dan mekanisme pembagian keuntungan serta menyelesaikan masalah kredit macet di 5 BMT di Ponorogo.[3]

Sumiyanto membicarakan mengenai atribut mudarib, ciri-ciri proyek, dan minat BMT terhadap pembiayaan Mudarabah.

Ketiganya digali dari perspektif shahibul mal dan menggunakan analisis statistik sehingga analisisnya sangat kuat bernuansa kuantitatif semata.

Dari penelitiannya diketahui bahwa pembiayaan mudharabah belum menjadi pola pembiayaan yang menarik bagi BMT sehingga temuan tersebut memperkuat motivasi penelitian tesis ini.

Hikmatullah melakukan penelitian mengenai kemampuan alternatif mudarabah atas sistim riba.[4]

Menurutnya bunga adalah riba dan bagi hasil yang terdapat pada proyek mudarabah adalah sistim pengganti riba itu.

Muatan penelitiannya mengetengahkan teori alternatif yang aman dan tepat untuk menggunakan pembiayaan mudarabah.

Terkait dengan penelitian ini akan digunakan dalam kerangka pemikiran perbaikan pada aspek pelaksanaannya.

Mengenal Mudharabah Lebih Dalam

Masudul Alam Choudhury mencermati prinsip bagi untung (profit sharing) pada mudarabah.[5]

Dia mengartikan mudarabah sebagai suatu kerjasama kemitraan yang didalamnya masing-masing menyertakan modal, pengelola ataupun perusahaan dengan kesepakatan untuk berbagi keuntungan dalam bentuk persentase.

Dalam pandangannya, mudarabah terjadi hanya untuk memperoleh keuntungan dari masing-masing pihak.

Pandangan ini berbeda dengan pandangan bahwa mudarabah merupakan kerjasama kemitraan dalam keuntungan maupun kerugian.

Akan tetapi penelitian ini akan sangat mempertimbangkan analisisnya atas hubungan tingkat keuntungan (profit rate). Dengan rasio pembagian keuntungan (profit –sharing ratio). Untuk mencermati kemampuan BMT memandang kelayakan suatu proyek sekaligus kemampuan manajemennya.

Zaidi Satar (ed) mengetengahkan pemikiran dan tulisan banyak tokoh ekonomi Islam. Mulai dari segi etika moral ekonomis bagi untung rugi hingga konsekuensi maupun model investasi dinamis pembagian untung rugi. [6]

Ulasan tiap bagiannya sangat mendukung dalam kerangka berpikir tentang realisasi pemikiran moralitas kepada realitas ekonomi. Sehingga sistim bagi hasil sebagai prinsip pembiayaan pada lembaga keuangan syariah selanjutnya dikenali secara utuh.

[1] Ahmad Dahlan, Implementasi Pembiayaan Mudarabah di BMT Mentari Bina Artha Tegal: Studi Kasus Tahun 1996-2001, Tesis (Yogyakarta : MSI UII,2002).

[2] Amiruddin, Studi Perbandingan Pelaksanaan Prinsip Mudarabah pada Koperasi Pondok Pesantren al-Muslim dan Lembaga Keuangan Syariah PT Bank Perkreditan Syariah al-Mabrur Ponorogo, Tesis (Yogyakarta: MSI UII,2003).

[3] Subroto, Mudarabah Studi atas Teori dan Aplikasinya pada BMT di Ponorogo, Tesis (Yogyakarta : MSI UII, 2004)

[4] Hikmatullah, Mudarabah Suatu Sistim Ekonomi Alternative tanpa Riba : Studi tentang Perspektif Islam Terhadap Ekonomi , Tesis (Yogyakarta : MSI UII, 2003).

[5] Masudul Alam Choudhury, Contributions to Islamic Economic Theory : a Study in Social  Economics (New York : St. Martin’s Press,1986).

[6] Zaidi Satar (ed), Resource Mobilization and Investment in An Islamic Economic Framework (U.S.A : the international institute of islamic thought, 1412 H-1992 M).

One thought on “Pengertian Mudharabah dalam Islam dan Ciri-cirinya

Comments are closed.