PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM NILAI AQIDAH DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM NILAI AQIDAH DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, SKRIPSI NILAI-NILAI AQIDAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, MAKSUD DAN TUJUAN NILAI AQIDAH ISLAM, MAKNA NILAI AQIDAH ISLAM

Aqidah menurut istilah adalah keyakinan yang ada dalam hati, yang mencakup keyakinan mengenai ke-ilahi-an Allah, nama-nama-Nya, Sifat-sifat-Nya, dan keesaanNya untuk disembah.[1] Adapun nilai-nilai aqidah dapat dijabarkan sebagai berikut :

Nilai Rububiyah
Dalam nilai aqidah ini, Allah SWT. dipandang sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta. Dalam penciptaan alam semesta termasuk manusia Tuhan menempuh proses yang memperlihatkan konsistensi dan keteraturan berdasarkan aturan-aturan alamiah yang ditetapkan Tuhan sendiri (sunnatullah) dalam alam semesta.[2] Peranan manusia sebagai khalifah mengemban fungsi rububiyah Tuhan terhadap alam semesta termasuk manusia sendiri.

Fungsi ini menjadi salah satu karakter hakiki dalam pendidikan Islam, di mana pendidikan Islam pada intinya terletak pada fungsi rububiyah Tuhan yang secara praktis dimandatkan kepada manusia. Dengan demikian pendidikan Islam merupakan keseluruhan proses dan fungsi rububiyah Tuhan terhadap manusia secara terencana, bertahap sampai dewasa dalam semua aspek potensi yang diberikan secara utuh. Atas dasar kekhalifahan ini manusia bertanggung jawab untuk merealisasikan proses pendidikan Islam.[3]

PENGERTIAN NILAI ULUHIYYAH
Nilai uluhiyyah adalah “nilai di mana Tuhan dalam kapasitas keilahiyan-Nya,” yaitu Tuhan sebagai zat yang disembah atau sembahan dan totalitas ketundukan manusia.[4] Nilai keilahian ini menjiwai kesadaran manusia bahwa puncak pengabdian manusia adalah penghambaan pada Tuhan semata.

Dalam hal tanggung jawab, nilai ini mengaktualkan seluruh potensi fitrah manusia termasuk potensi keilahiyahan tertumpu, maka nilai keilahiyah terfokus pada pemeliharaan, pemupukan terhadap kelangsungan nilai-nilai tauhid sebagai kapasitas bawaan dalam diri siswa. Maka, upaya yang ditempuh adalah dengan menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan. Sehingga dapat dipahami dan diyakini dengan benar oleh siswa.

Nilai ini berfungsi mentransformasikan siswa menjadi insan teologis yang memiliki komitmen ketuhanan yang stabil. Tuhan adalah sumber kebenaran, pandangan transcendental ini memberikan kesadaran bahwa asal dan tujuan wujud hidupnya berpusat pada Tuhan yang Esa.

PENGERTIAN NILAI AL-ASMA’ WA ASH SHIFATNilai ini merupakan “keesaan pada sifat-Nya”, yang berarti bahwa Allah SWT. memiliki sifat yang tidak sama dengan substansi dan kapasitasnya dengan sifak makhluk, walaupun dari segi bahasa kata yang digunakan untuk menunjuk sifat tersebut sama.[5]

Dalam nilai ini menetapkan bagi Allah SWT. seluruh nama dan sifat-Nya. Maka tidaklah kita menetapkan nama bagi-Nya kecuali dengan nama yang telah ditetapkan bagi diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya. Demikian pula tidaklah kita menetapkan sifat bagi Allah SWT. kecuali dengan sifat yang ditetapkan bagi diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya.

Selain penetapan terhadap nama dan sifatnya, terdapat peniadaan terhadap keduanya. Meniadakan dari Allah SWT. seluruh nama dan sifat yang telah ditiadakan oleh Allah SWT. dan Rasul-Nya. Termasuk di dalamnya, meniadakan semua penyerupaan dengan nama dan sifat Allah SWT. dengan nama dan sifat makhluk.

PENGERTIAN PENDIDIKAN ISLAM Pendidikan agama dapat diartikan sebagai bimbingan secara sadar yang dilakukan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama menurut ketentuan dalam Islam.[6] Beranjak dari pengertian pendidikan umum, Charles E. Skinner mendefinisikan pendidikan sebagai proses menyiapkan karakter dalam pergaulan di masyarakat dan tiap-tiap kebudayaan yang mempunyai rencana yang harmonis dengan nilai-nilai keagamaan, moral, ekonomi dan nilai-nilai lainnya untuk menyelesaikan tujuan pendidikan.[7]

Berdasarkan pengertian tersebut Pendidikan Agama Islam mempunyai dua arti. Secara etimologi Pendidikan Agama Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu “Tarbiyah Islamiyah”. Pendidikan Islam mempunyai arti sebagai berikut :

Bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Bimbingan yang diberikan kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.[8]

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan bimbingan dan arahan yang diberikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan utama, yaitu berpegang teguh pada tuntunan agama Islam Al’Qur’an dan Hadith.

Dasar Pendidikan Agama Islam merupakan sumber nilai kebenaran dan kekuatan yang dapat mengantarkan pada aktivitas yang dicita-citakan. Karena dasar adalah fondasi/landasan berpijak agar tegaknya sesuatu tersebut menjadi kokoh.

Dasar Pendidikan Agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Al-Qur’an merupakan sumber kebenaran dalam Islam, yang mana kebenarannya tidak dapat diragukan lagi. Sedangkan Hadits berdasarkan dari Rasulullah SAW., dijadikan landasan Pendidikan Agama Islam berupa perkataan, perbuatan atau pengaturan Beliau.[9] Firman Allah SWT. dalam surat Al-Ahzab ayat 71:

Artinya: Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Ayat tersebut tegas sekali mengatakan, bahwa apabila manusia telah mengatur seluruh aspek kehidupannya (termasuk pendidikannya) dengan kitab Allah SWT. dan sunnah Rasul-Nya, maka akan bahagialah hidupnya di dunia dan akhirat.

Sunnah dalam arti etimologi adalah prilaku kehidupan (sirah) yang baik dan buruk, atau suatu jalan yang ditempuh. Sedang kalau menurut terminologi sunnah adalah segala sesuatu yang dinukil dari Nabi SAW. baik berupa perkataan, perbuatan, penetapan atau selain itu.

TUJUAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tujuan Pendidikan Agama Islam dapat dikategorikan dalam dua bagian. Keduanya dapat dijabarkan sebagai berikut ini :

Tujuan Sementara

Tujuan sementara merupakan sasaran sementara yang harus dicapai oleh umat Islam yang melaksanakan pendidikan agama. Tujuan sementara yaitu tercapainya berbagai kemampuan seperti kecakapan jasmaniah, pengetahuan membaca, menulis, pegetahuan ilmu-ilmu kemasyarakatan, kesusilaan, keagamaan, kedewasaan jasmani-rohani dan sebagainya.[10]

Muhaimin mengatakan :

Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang ajaran agama Islam.[11]

Sedangkan Athiyah, dalam Abidin Ibnu Rusn menyimpulkan bahwa:

Membantu pembentukan akhlak yang mulia

Mempersiapkan untuk kehidupan dunia akhirat

Membentuk pribadi yang utuh sehat jasmani dan rohani

Menumbuhkan ruh ilmiah, sehingga memungkinkan murid mengkaji ilmu semata untuk ilmu itu sendiri

Menyiapkan murid agar mempunyai profesi tertentu sehingga dapat melaksanakan tugas mulia dengan baik, atau persiapan untuk mencari rizki.[12]

Berbeda dengan Zakiah Daradjat yang menjelaskan “tujuan Pendidikan Agama Islam meliputi berbagai aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan, dan pandangan.”[13]

Dari beberapa pendapat di atas tujuan sementara merupakan segala sesuatu yang ingin dicapai oleh umat Islam dalam menjalankan pendidikan baik di keluarga, sekolah dan masyarakat saat masih hidup di dunia.

Tujuan Akhir
Pendidikan Islam itu berlangsung seumur hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini. Ketika masih hidup di dunia, apa yang pernah didapat dari pendidikan Islam menyangkut keimanan, tingkah laku, pemikiran, dan lainnya masih mengalami fluktuasi.

Tujuan akhir adalah meninggalkan alam ini dalam keadaan bertakwa kepada Allah SWT. Meninggal dalam keadaan berserah diri kepada Allah SWT. sebagai muslim yang merupakan menjunjung agama-Nya merupakan suatu kenikmatan dunia dan akhirat. Sesungguhnya kematian seperti ini akan mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya di akhirat kelak. Maka, tujuan akhir ini sepatutnya menjadi acuan setiap muslim untuk meraih keridhaan Allah SWT.

AQIDAH SALAH SATU BIDANG PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan Aqidah dihubungkan pendidikan Islam merupakan komponen yang internal dari pendidikan agama. Di samping pendidikan Islam lainnya, pendidikan aqidah memiliki pembahasan pendidikan aqidah di satu sisi dan pendidikan akhlak pada sisi lain. Tetapi keduanya sangat sinergis, keduanya memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa. Tapi secara substansial mata pelajaran Aqidah Akhlak memiliki konstribusi dalam memberikan motivasi kepada siswa untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul qarimah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penerapan di Madrasah Aliyah keduanya merupakan satu mata pelajaran dari kurikulum yang ada.[14]

Dalam kurikulum dan hasil belajar Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah, menerangkan bahwa Pendidikan Aqidah Akhlak yang dimaksudkan di sini adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan mengimani Allah SWT. dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.[15] Dibarengi tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dan hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.[16]

Pendidikan Agama Islam yang meliputi Aqidah Akhlak, Fiqh maupun Bahasa Arab dibutuhkan proses pembelajaran yang baik. Dari beberapa ini, pelajaran aqidah merupakan pelajaran yang pokok dan dasar dari agama Islam. Karena jalan lurus atau tidaknya aqidah sangat menentukan kualitas agamanya. Pendidikan aqidah sebaiknya dilakukan sejak dini, untuk Madrasah Aliyah sejak masih kelas X harus sudah ditanamkan aqidah dengan benar. Oleh karena itu, dibutuhkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan untuk menyampaikan pesan tersebut. Jika guru bisa menyampaikan pelajaran dengan baik, maka apa yang menjadi tujuan bisa tersampaikan. Dengan pembelajaran yang baik, siswa juga akan mampu mengimplementasikan materi dalam kehidupan sehari-hari, karena setiap pelajaran menuntut siswa mengalami perubahan tingkah laku sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

DOWNLOAD JUGA RPP KURIKULUM 2013 DAN SILABUS KURIKULUM 2013
FIKIH
QURAN HADITS
SEJARAH
BAHASA INDONESIA
BAHASA INGGRIS
BAHASA ARAB
SKI
FISIKA
KIMIA
BIOLOGI
MATEMATIKA
SOSIOLOGI
GEOGRAFI
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
EKONOMI
PKN
IPA TERPADU
IPS TERPADU
SENI BUDAYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *