Mengenal Sistem Pendidikan Fullday di Pondok Pesantren

Mengenal Sistem Pendidikan Fullday di Pondok Pesantren – Pendidikan Sepanjang Waktu (Fullday School). Secara tehnis pesantren adalah tempat tinggal santri. Pengertian ini menunjukkan ciri pesantren yang paling penting yakni sebuah lingkungan pendidikan yang sepenuhnya total. Artinya seluruh aktifitas di lingkungan pesantren itu memiliki nilai pendidikan. Pesantren merupakan tempat belajar secara lebih mendalam dan lebih lanjut tentang ilmu agama Islam yang diajarkan secara sistematis, langsung dari sumber berbahasa arab serta berdasarkan kitab-kitab klasik karangan ulama besar yang diajarkan dengan waktu yang lebih di pesantren.

Selama ini, sehebat apapun konsep tentang pendidikan, tidak ada sistem pendidikan yang memberikan pengajaran sampai sepanjang waktu (24 jam). Di pesantren hal demikian sudah menjadi agenda kegiatan harian. Selama 24 jam setiap hari, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, kyai beserta seluruh guru senantiasa membimbing, mengajar, dan mendidik santn-santrinya baik dengan keteladanan dalam cara hidup (sederhana, tawakkal, ikhlas selalu, syukur, dermawan, dan sebagainya), keteladanan dalam disiplin beribadah (disiplin shalat lima waktu secara berjamaah, disiplin puasa), maupun dengan mengajarkan ilmu-­ilmu yang dimilikinya dengan semangat pengabdian kepada Allah Yang Maha Pencipta.

[)engan pola fullday school dengan agenda yang padat, sebagaimana dipaparkan dalam bab sebelumnya, sejak santri bangun di fajar pagi dengan awal kegiatannya ibadah shalat yang dilanjutkan mengaji ayat-ayat suci Allah hingga malam hari ketika kegiatan telah dilaksanakan semua dan beranjak untuk istirahat, maka tiada waktu yang terlewatkan dengan sia-sia, sehingga tidak akan mengalami kerugian hidup sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an, surat Al-`Ashr.1-3

Artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.[1]

 

Sementara di sisi lain, santri terdidik untuk disiplin serta dapat mengelola waktu dengan baik, selain itu dengan pola pendidkan agama Islam yaitu mengusahakan secara sistematis dan pragmatis dalam membimbing anak didik yang beragama Islam untuk benar-benar menjiwai dan menjadikan sebagai bagian yang integral serba sebagai pedoman dalam hidupnya sehingga dapat  di jadikan sebagai alat pengontrol bagi perbuatan-perbuatannya, pemikiran dan sikap mentahnya. Sehingga santri di harapkan nanti agar tehindar dapat memebimbing diri sendiri bahkan keluaganya nanti agar terhindar dari siksa api neraka, sebagaimana firman allah SWT Surat At Tahrim ayat 6 sebagai berikut :

“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkan-Nya kapada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan-Nya.” [2]

[1] Departemen Agama, Op . Cit. hal.1099

[2] Departemen Agama, Op . Cit. hal.951